Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Transformasi Perencanaan Desa

Gambar
Transformasi Perencanaan Desa: Mengintegrasikan Sains Data dan Model Oktahelix di Nagari Dalam diskursus pembangunan ekonomi perdesaan modern, keberhasilan suatu nagari tidak lagi diukur dari seberapa banyak proyek fisik yang dibangun, melainkan dari seberapa presisi perencanaan itu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Di sinilah signifikansi peran Tim Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang saat ini tengah mengoptimalkan fasilitasi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Nagari 2027 dan Daftar Usulan (DU) RKP 2028. Langkah ini menandai pergeseran paradigma krusial dalam pembangunan perdesaan melalui dua pilar utama:  1. Teknokratik Berbasis Data (*Evidence-Based Planning*) Kecenderungan titik lemah perencanaan pembangunan nagari belum optimal menggunakan data dasar, kecenderungan mempertahankan ego sektoral jorong dan kurang mengkaji *existing* perencanaan pembangunan nagari. TPP Kabupaten Agam berupaya memutus rantai tersebut dengan mengawal perencanaan...

Mesjid dan Mushalla sebagai Shelter Bencana

Gambar
Mesjid dan Mushalla sebagai Shelter Bencana : Belajar dari Pengalaman Nagari Pagadih (by Erni Novitri_ TAPM Kab Agam ) Dalam setiap bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan tempat berlindung, tetapi juga membutuhkan ruang yang mampu menjaga martabat, kesehatan, dan keberlangsungan kehidupan. Pengalaman di berbagai wilayah menunjukkan bahwa rumah ibadah sering kali menjadi infrastruktur sosial pertama yang berfungsi ketika fasilitas formal belum mampu menjangkau seluruh masyarakat terdampak. Melalui kegiatan identifikasi lapangan bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa) melakukan peninjauan lokus pembangunan sarana sanitasi di Jorong Tigo Kampuang dan Jorong Bateh Gadang, Nagari Pagadih, Kabupaten Agam. Tim Kemendesa yang terdiri atas Tim I (Arief, Rian, dan Anto) serta Tim II (M. Qabul Rizki, Yasir Amri Prayoga, dan Linda Yunita Sari) melaksanakan identifikasi bers...

Dari Identifikasi Menuju Pemulihan

Gambar
Dari Identifikasi Menuju Pemulihan Paska Bencana 2025 ( Erni Novitri_ TAPM Kemendesa_ Kab Agam) Pemulihan pascabencana bukan sekadar membangun kembali bangunan yang rusak. Ia adalah proses memulihkan kehidupan, mengembalikan harapan, dan memastikan masyarakat memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap risiko bencana di masa depan. Semangat inilah yang menjadi landasan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2026 dan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. Melalui alokasi anggaran jangka panjang periode 2025–2029 sebesar Rp73,98 triliun, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah mengakselerasi pembangunan kembali infrastruktur, normalisasi sungai, rehabilitasi lahan pertanian, serta pemulihan ekonomi masyarakat dengan prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable—membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik, lebih aman, dan berkelanjutan. Di Sumatera Barat, proses tersebut mulai men...